Tips Berjemur yang Aman
Tips Berjemur yang Aman
Aktivitas
berjemur memiliki manfaat yang sangat banyak bagi kesehatan. Selain untuk
meningkatkan kekuatan tulang dan otot serta daya tahan tubuh, berjemur juga
bermanfaat untuk menjaga kesehatan mental dan membuat tidur lebih
lelap.
Namun, Anda juga
perlu ingat bahwa paparan sinar UV yang berlebihan bisa
berbahaya bagi kesehatan. Oleh karena itu, lakukan beberapa tips berikut ini
saat berjemur:
1. Perhatikan durasi waktu dan jadwal berjemur
Untuk mencukupi
kebutuhan vitamin D yang sangat cukup, berjemur dapat dilakukan sebanyak 3 kali
seminggu pada pukul 09.00 pagi selama 5–15 menit. Hindari berjemur terlalu lama
karena dapat merusak kulit dan meningkatkan risiko terjadinya kanker kulit.
2. Gunakan sunblock dan kacamata saat berjemur
Oleskan sunblock
dengan SPF 30 ataupun lebih, diamkan 20–30 menit sebelum berjemur. Hal ini
penting untuk mencegah agar kulit tidak gosong atau
mengalami sunburn saat berjemur. Dan gunakan kacamata hitam yang
dapat menangkal UVA dan UVB untuk melindungi mata dari bahaya sinar
ultraviolet, terutama saat sinar matahari sedang terik.
3. Terapkan physical distancing
Saat berjemur,
jangan lupa untuk selalu menerapkan physical distancing. Hindari
berjemur di tempat yang ramai dan jaga jarak dengan orang lain setidaknya 1
meter. Hal ini penting dilakukan untuk mengurangi risiko Anda terpapar virus
Corona.
4. Minum air putih yang cukup
Ketika berjemur,
jangan lupa untuk minum air putih yang cukup agar tubuh tidak mengalami
dehidrasi. Apabila Anda merasa kepanasan dan berkunang-kunang saat berjemur,
segeralah pindah ke tempat yang teduh untuk mendinginkan tubuh agar terhindar
dari heat stroke.
Seperti dilansir
dari Express, para ahli mengatakan berjemur di bawah sinar matahari bisa
meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu melawan penyakit.
Sebab, matahari
dapat meningkat kadar vitamin D yang sehat. “Kita semua tahu sinar matahari
menyediakan vitamin D, yang diduga berdampak pada kekebalan, antara lainnya
itu,” ujar Profesor Gerard Ahern, yang memimpin penelitian di Universitas
Georgetown di Washington
DC.
v

Komentar
Posting Komentar