Menjaga Pola Makan Saat Karantina




Menjaga Pola Makan Saat Karantina

  Saat ini wabah covid-19 sedang merabah ke seluruh penjuru dunia, yang membuat orang-orang mengurangi aktivitas keluar rumah dan menjaga jarak antar orang supaya virus tersebut tidak menular ke banyak orang.
  Ketika berada di rumah pola makan orang-orang menjadi tidak teratur, karena rasa bosan orang-orang yang setiap hari di rumah terus. Meskipun begitu, pola makan harus tetap teratur karena itu juga mempengaruhi Kesehatan pada tubuh seseorang.
  Mempertahankan pola makan yang sehat selama karantina berlangsung bukan merupakan sesuatu yang sulit dilakukan. Dengan sedikit perubahan dalam hal pola makan dapat memberikan dampak besar.
 Berikut adalah beberapa tips tentang cara menjaga pola makan selama masa karantina berlansung :
1.      Hanya makan di meja makan
  Makan di meja makan akan mencegah kamu untuk makan berlebihan, karena kamu akan lebih fokus pada satu aktivitas saja.
   Berdasarkan riset dari Cornell University, orang bisa makan lebih banyak karena aktitivitas makannya terdistraksi televisi atau berselancar di media sosial daripada makan saat suasana santai
2.      Kita harus membedakan rasa bosan dan lapar
  Ternyata rasa bosan bisa membuat kita selalu merasa lapar dan juga malas. Saat bosan, kinerja dopamine yaitu hormon yang memicu perasaan bahagia mulai menurun. Otak akan mencari cara untuk memicu dopamine bekerja melalui makanan. Saat karantina seperti ini, lebih baik kamu mencari kesibukan sendiri, jadi kamu tidak akan merasa bosan dan pola makanmu juga tidak akan berantakan
3.      Membatasi konsumsi kafein
  Kenapa harus dibatasi ? karena kafein akan membuatmu terjaga lebih lama dan Ketika kamu terjaga tapi tidak ada kegiatan yang dapat dilakukan, maka kamu akan merasa bosan dan akhirnya kamu akan memilih untuk makan unuk mengisi kegiatan kosong tersebut. Dan juga kafein tidak baik untuk tubuh.
4.      Menghindari konsumsi kerupuk yang berlebihan
  Pada dasarnya, garam yang ada pada keripik bisa membuat kita makan 11% lebih banyak. Mengingat keripik biasanya mempunyai rasa asin, dan dapat disimpulkan bahwa garam mendorong kita dalam mengkonsumsi lemak, kalori, dan makanan yang berlebihan secara umum dan setelah itu kita akan membuka bungkus keripik selanjutnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bagaimana cara mengggunakan masker yang benar?

Belajar dan Tips Agar Produktif di Rumah Selama Wabah COVID 19

Apa Itu PSBB Dan Apa Fungsi Dari PSBB Untuk Masyarakat Saat Ini