CEGAH COVID-19 MEMAKAI MASKER SAAT KELUAR RUMAH
CEGAH COVID-19 MEMAKAI MASKER SAAT KELUAR RUMAH
Ditinjau oleh Dokter Meva Nareza ( Alodokter )
Pengertian masker bedah (surgical mask) atau yg sering kita bilang masker medis merupakan jenis masker sekali pakai yang mudah dijumpai dan sering digunakan tenaga medis saat bertugas. Masker bedah efektif pilihan untuk mencegah penyebaran virus Corona karena memiliki lapisan yang mampu menghalau percikan air liur.
Kebanyakan masker bedah terdiri dari 3 lapisan yang memiliki fungsi berbeda, yaitu:
Lapisan luar, yang antiair
Lapisan tengah, yang berfungsi sebagai filter kuman
Lapisan dalam, yang berguna untuk menyerap cairan yang keluar dari mulut
.
Kegunaan
Masker bedah (surgical Mask) yang sangat umum digunakan oleh masyarakat umum, disebut masker bedah karena dipergunakan oleh tenaga kesehatan ketika melakukan oprasi dan sebagai penghalang cairan hidung dan mulut sehingga tidak menkontaminasi disekelilingnya.
Masker ini memiliki bagian luar berwarna hijau muda dan bagian dalamnya berwarna putih serta memiliki tali/karet untuk memudahkan terpasang ke bagian belakang kepala atau telinga.
Dibalik itu, masker ini tidak didesain untuk menyaring mikroorganisme yang sangat kecil dan partikel termasuk virus influenza dan bakteri turbekulosis. Oleh karena itu orang sehat tidak disarankan untuk menggunakan masker jenis ini dan cukup hanya orang yang sakit saja.
Pernah disampaikan oleh dr. Dedi Suryatno, kepala Poliklinik DOTS RS. Hasan Sadikin Bandung, masker bedah ini digunakan oleh pasien karena dapat menyaring percikan air liur atau dahak yang dikeluarkankan oleh pasien. Beda halnya bila orang sehat yang memakai masker tersebut. Mikroorganisme yang berukuran sangat kecil dan melayang-layang diudara dapat terjebak di dalam pori-pori masker tersebut. Bila mikroorganisme tersebut berakumulasi , dapat terhirup dan pada akhirnya masuk ke dalam saluran pernafasan.
Menurut para ahli, penggunaan masker wajah memang bisa memperlambat penyebaran virus di udara. Berdasarkan sebuah studi yang pernah dilakukan di tahun 2008, mereka yang rajin menggunakan masker wajah memiliki kemungkinan 80% lebih kecil terserang flu.
Sedangkan berdasarkan laporan di tahun 2009, mereka yang juga sering mencuci tangannya menurunkan risiko terkena flu sekitar 70%. Namun, fakta menarik yang harus kamu ketahui adalah bahwa sebagian orang menggunakan masker wajah bukan untuk menghindari penyakit, namun untuk melindungi orang lain dari kuman atau virus yang berbahaya, seperti dilansir dari huffpost.com, Kamis (29/1/2020).
Manfaat masker untuk pencegahan penyakit
[Fimela] Virus Corona
Ilustrasi mengenakan masker untuk mencegah virus corona masuk ke dalam tubuh | unsplash.com/@anikolleshi
Ada dua jenis masker wajah yang bisa membantu mengurangi kemungkinan terkena virus penyakit, yaitu masker wajah dan respirator bedah atau dikenal sebagai masker N-95. Masker-masker ini memang bisa memperlambat penyebaran virus, namun tidak benar-benar menghilangkannya.
Masker wajah juga longgar dan relatif tipis, sehingga tidak benar-benar aman. Sedangkan respirator membuat penggunanya kesulitan bernapas, sehingga orang hamil harus berkonsultasi terlebih dahulu sebelum menggunakannya.
Seberapa baik manfaat masker wajah juga tergantung dari bagaimana kamu menggunakannya. Pastikan kamu menggunakan sisi yang benar, merapatkan bagian hidung, mengencangkan bagian belakang telinga, dan menutup celah di sekitar rahang. Apa kamu sudah memakai masker wajah dengan benar?
Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Ketahui cara pakai masker yang benar
Meski kelihatannya mudah, cara pakai masker tidak boleh sembarangan. Berikut adalah panduan cara pakai masker yang benar yang direkomendasikan:
1. Pastikan ukuran masker hidung cocok dengan wajah Anda, tidak kebesaran ataupun kekecilan.
2. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer terlebih dahulu sebelum menggunakan masker.
3. Selanjutnya, cara pakai masker yang tepat adalah menggunakan masker dengan sisi luar masker berwarna hijau atau biru, sedangkan bagian dalam masker yang menempel langsung dengan area mulut dan hidung berwarna putih. Kemudian, pastikan sisi atas masker yang ditandai dengan adanya garis kawat hidung.
4. Untuk jenis masker karet, Anda hanya perlu mengaitkan tali karet di belakang kedua telinga.
5. Sedangkan, bagi yang menggunakan masker tali, posisikan garis kawat di atas hidung, lalu ikat kedua sisi tali pada bagian atas kepala. Jika masker sudah menggantung, tarik masker ke bawah untuk bisa menutup mulut hingga dagu. Selanjutnya, ikat tali bagian bawahnya di tengkuk atau belakang leher Anda.
6. Setelah masker sudah terpasang aman di wajah, cubit atau cocokkan bagian kawatnya untuk mengikuti lekuk hidung Anda agar masker lebih tertutup rapat.
7. Apabila masker sudah terpasang dengan benar, hindari menyentuh masker. Jika ingin menyentuh masker, pastikan untuk mencuci tangan terlebih dahulu.
Masker medis harus dibuang setelah digunakan. Sebaiknya, masker tidak digunakan lebih dari satu hari. Ganti masker hidung apabila sudah kotor atau rusak.
Bagaimana cara melepas masker hidung yang tepat?
Jika masker sudah kotor, rusak, dan harus dibuang, lakukan cara melepas masker yang tepat berikut ini:
1. Sebelum melepas masker, cuci tangan Anda terlebih dahulu menggunakan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer.
2. Ketika melepas masker, hindari menyentuh bagian depan masker. Mengapa? Pasalnya bagian tersebut penuh dengan kuman yang menempel dari luar. Jadi, sebaiknya hanya sentuh bagian tali atau karet pengaitnya.
3. Untuk melepas masker karet, pegang kedua karet yang menempel di kedua telinga. Lepaskan masker dari telinga.
4. Sementara, untuk melepas masker tali, buka tali bagian bawah, lalu lepaskan tali bagian atas.
5. Buang masker ke tempat sampah. Lalu, kembali cuci tangan atau gunakan hand sanitizer guna membersihkannya dari kuman yang menempel.
Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa kinerja dari masker bedah lebih unggul daripada masker kain. Masker bedah mampu menangkap 97% dari bakteri 1 mikron. Sedangkan untuk masker kain yang terbuat dari kain-kain yang biasa ada di perlengkapan rumah tangga, presentasenya adalah sebagai berikut:
1. Bahan kantong di alat penyedot debu (vacuum cleaner bag) 95%
2. Kain lap piring 83%
3. Kain kemeja katun campuran 74%
4. Kain kemeja katun asli tanpa campuran 69%
5. Sarung bantal anti mikroba 65%
6. Syal 62%
7. Sarung bantal 60%
8. Sutra 58%.
bahan masker kain terbaik Foto: Dok. Smartairfilters.
Anjuran memakai masker diterapkan juga pada orang yang sehat, tidak terbatas bagi mereka yang merasa kurang enak badan. Hal itu merujuk pada Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO)
Mereka juga (WHO) sudah mengumumkan pentingnya memakai masker baik bagi orang sakit maupun yang sehat untuk menghambat penyebaran Covid-19.
Bukan sekarang ini saja, bahkan setelah corona bisa dikendalikan nantinya, pemakaian masker akan tetap dianjurkan, selama beberapa waktu ke depan.
Sejumlah pakar menekankan agar semua orang tetap pakai masker sampai satu tahun ke depan. Setidaknya sampai vaksin virus corona ditemukan.
memakai masker saat berada di tempat umum atau kerumunan orang akan menjadi hal yang sangat penting dilakukan setidaknya sampai setahun ke depan. Alasannya, masker bisa membantu mencegah penularan corona selama vaksinnya belum ditemukan.

Komentar
Posting Komentar